Twitter Meminta Maaf Karena Tidak Sengaja Menggunakan Akun Pengguna Untuk Iklan

Sumber: google.com


Salah satu platform media sosial, Twitter menyatakan permintaan maaf kepada Penggunanya karena dengan tidak sengaja menggunakan alamat Email dan nomor telepon Pengguna untuk mendatangkan Iklan yang ditargetkan.

Perusahaan mengatakan hal tersebut memungkinkan pengiklan yang merupakan pihak ketiga, dapat menjangkau Pengguna tertentu di Twitter berdasarkan detail kontak, bahkan tanpa sepengetahuan Pengguna.

Namun, Twitter menyatakan belum diketahui secara pasti berapa banyak Pengguna yang terkena dampak, namun tidak menutup kemungkinan itu terjadi pada Pengguna secara global.

"Tidak bisa mengatakan dengan pasti berapa banyak orang yang terkena dampak", ungkap Twitter mengutip laman BBC, Rabu (9/10).

Tidak seperti biasanya, perusahaan tidak secara proaktif menghubungi Pengguna secara langsung untuk memberi tahu mereka tentang pelanggaran tersebut, pasalnya pada Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) Eropa, Pengguna harus diberikan informasi jika data mereka digunakan untuk tujuan selain apa yang dimaksudkan.

Lebih lanjut, Twitter menyatakan tidak akan lagi menggunakan nomor telepon atau alamat Email milik Pengguna yang seharusnya digunakan untuk tujuan keamanan data, tetapi dimanfaatkan untuk Iklan.

"Ini kesalahan dan kami minta maaf," ungkap Twitter.

Platform yang memiliki salah satu markas di Dublin, Irlandia ini belum memberikan konfirmasi apakah perusahaan telah melaporkan kasus terkait ke Komisaris Perlindungan Data Irlandia atau belum, yang jelas pihaknya menyatakan, sedang melakukan komunikasi dengan beberapa regulator yang diperlukan.

Praktik ini umum dilakukan pada jejaring sosial, karena dapat memungkinkan Iklan dirancang untuk menjangkau Pengguna yang mungkin sudah akrab dengan beberapa merek atau produk yang dipasarkan.

"Ketika pengiklan mengunggah daftar pemasaran mereka, kami mungkin telah mencocokkan Pengguna di Twitter dengan daftar mereka berdasarkan Email atau nomor telepon yang disediakan oleh pemegang Akun Twitter untuk tujuan keselamatan dan keamanan," Twitter menjelaskan.



Sumber: akurat.co

Komentar

Postingan Populer