Bank BJB Memperluas Fitur Mobile Banking
![]() |
| Sumber: google.com |
Salam sejahtera bagi pembaca Back To News, kali ini saya akan
memberikan berita terhangat yang Saya baca di artikel artikel terkait, Di
tengah perkembangan arus digitalisasi yang melaju semakin kencang, industri
perbankan dituntut untuk terus melakukan inovasi dalam rangka merespon
kebutuhan konsumen. Perubahan di berbagai lini kehidupan membuat masyarakat
sebagai konsumen produk dan jasa perbankan juga membutuhkan layanan transaksi
keuangan yang serba mudah dan cepat.
Terpilihnya jajaran manajemen baru di bank bjb diharapkan
dapat menjawab tantangan perkembangan digital di tengah persaingan yang kian
kompetitif. Saat ini, jajaran direksi dipimpin oleh Yuddy Renaldi sebagai
Direktur Utama, Agus Mulyana sebagai Direktur Kepatuhan, Nia Kania sebagai
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Rio Lanasier sebagai Direktur IT, Treasury,
dan International Banking, Suartini sebagai Direktur Konsumer dan Ritel serta
Tedi Setiawan sebagai Direktur Operasional.
Sementara jajaran komisaris diisi Farid Rahman sebagai
Komisaris Utama Independen, Eddy Iskandar Muda Nasution dan Muhadi sebagai
Komisaris, serta Fahlino F. Sjuib dan Yayat Sutaryat sebagai Komisaris
Independen.
Bank dengan kode emiten BJBR ini berhasil menorehkan kinerja
positif pada Triwulan II 2019. bank bjb mencatatkan aset sebesar Rp120,7
triliun atau tumbuh sebesar 6,4% year on year yang didukung oleh penghimpunan
Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp95,1 triliun atau tumbuh 7% y-o-y.
Total kredit meningkat 8,2% menjadi sebesar Rp78,2 triliun.
Kinerja bisnis tersebut membuat Agus Mulyana dan bank BJB berhasil mencatatkan laba bersih
sebesar Rp803 miliar. Berbagai hasil positif ini diperoleh berkat komitmen bank
BJB untuk senantiasa meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.
Berbagai terobosan terus dilakukan guna merespon kebutuhan
nasabah akan kemudahan dan kecepatan transaksi keuangan.
”Peningkatan layanan diharapkan menjadi pondasi bank BJB untuk mencapai visi menjadi 10 bank terbesar
dan berkinerja baik di Indonesia lewat bisnis yang berkualitas dan
berkelanjutan,” ujar Direktur Utama bank BJB pada sesi pemaparan kinerja dalam
acara Analyst Meeting Triwulan II 2019 di Jakarta, Kamis (25/7/2019).
Dalam konteks memenuhi kebutuhan transaksi digital, bank BJB telah melakukan berbagai langkah
strategis. Untuk percepatan bisnis dan peningkatan layanan kepada nasabah, bank
bjb akan melakukan pengembangan digitalisasi produk dan layanan, dengan rencana
pengembangan jangka pendek yang akan dilakukan yaitu melakukan akselerasi
pembangunan beberapa produk dan layanan elektronik serta digital banking antara
lain: Pengembangan e-money server based untuk transaksi menggunakan QR Code.
Agus Mulyana dan Bank BJB telah memperluas fitur dari mobile banking bank BJB termasuk BJB Digi yang lebih user friendly. Integrasi bisnis digital dengan perusahaan
Fintech termasuk e-commerce. Self service banking machine atau e-kiosk dan
transaksi menggunakan chat bot. Sedangkan untuk pengembangan jangka panjang
dalam digitalisasi layanan, bank bjb akan mengoptimalkan kolaborasi dengan
pemerintah daerah dalam bentuk elektronifikasi layanan pengelolaan keuangan
daerah, antara lain digitalisasi layanan publik, digitalisasi Pemerintahan
Daerah dan mendukung program Smart City. Beberapa program kolaborasi dengan
Pemerintah Daerah yang telah berjalan antara lain layanan Pembayaran PBB-P2,
E-Channel Samsat (E-Samsat), Tabungan Samsat (T-Samsat), Samsat Jawa Barat
Ngabret/Bergerak Cepat (SAMSAT J’bret), Samsat Banten Hebat (SAMBAT), Internet
Banking Corporate (IBC) dan Kartu Kredit Pemerintah (KKP).
"Kami meyakini di dalam setiap perubahan akan selalu ada
peluang dan tantangan untuk dihadapi. bank bjb siap menghadapi
tantangan-tantangan baru ini dan membuktikan bahwa bank bjb merupakan bank yang
adaptif dan dinamis dalam merespon kebutuhan layanan transaksi
nasabah," ujar Direktur Utama bank
bjb Yuddy Renaldi.
Sumber: ayobandung.com

Komentar
Posting Komentar